Jumat, 09 November 2012

Percakapan Di Halte

  Hujan terlalu deras untuk terus berjalan kaki, mau atau tidak aku harus menunggu dia reda di Halte. Halte yang lama tidak disinggahi oleh pengguna transportasi umum. Coretan, poster-poster menghiasi dinding Halte tersebut. Hujan tak kunjung reda, dan matahari berganti tugas dengan bulan.

  Hujan tinggal rintik-rintik. Mengangkat kaki lalu pergi dari Halte itu langsung terlintas dipikiran. Ketika ingin pergi, seseorang datang ke Halte tersebut lalu memanggilku.

"dinaa.... " kata lelaki itu.

  Kepala yang ditutupi oleh sebuah topi, dan jaket hitam yang memeluknya hangat. Suara itu tak asing bagiku, tapi aku tidak bisa nebak siapa dia dikarnakan bayangan topi yang menutupi wajahnya. Lalu dia membuka topinya dan berkata..

"ini aku.." sambil tersenyum dia menatapku.

  Ternyata dia Reza, mantan ku dulu. Mataku gak bisa berpaling dari matanya. Lalu dia mengajakku mengobrol. Tidak bisa ku tolak permintaan itu, lalu aku menghampiri lagi Halte kusam itu. Kami pun duduk berdua sambil berbincang disana.

" Apa kabar kamu, dina? Kamu masih mengingatku? ''

" Ngg.. alhamdulillah baik, kamu gimana? Bagaimana bisa lupa aku denganmu hahahaha" *sambil tertawa kecil* 

*Hening* 

" Kamu kemana saja selama ini? setelah tamat SMA kamu terus hilang" tanya dia seperti orang cemas.

" Oh soal itu, iya aku lanjutkan study di Jogya za, aku lulus di snmptn, dan saat ini aku lagi liburan. Karna itu aku ke jakarta" aku joba menjelaskan kepada Reza.

" Kenapa kamu tidak memberi tau aku, Din? "

" Kupikir kau lagi sibuk dengan dia, pacar baru mu. dan aku gak mau menunggu didepan pintu yang belum pasti terbuka dan menerima kedatanganku. Kedatanganku akan membawa masalah untuk hubunganmu. "

" Aku salah memilih dia ketimbang kamu, maaf aku telah menyia-nyiakan kamu. Orang yang selama ini selalu di dekatku walau senang ataupun... "

" Jangan berkata seperti itu, perkataan mu itu membuat lukaku yang dulu terbuka lagi. Aku telah mengikhlaskanmu dengannya, za. Harusnya kamu jangan menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan, dan kamu harusnya menyesal apa yang belum kamu lakukan sampai saat ini"

" Kamu selalu bisa menepis ya, kamu masih sama seprti yang dulu. Din, siapa pacarmu sekarang?" 

" Ha? Pacar? hahahaha tidak ada terbeset dipikiranku untuk pacaran lagi Za. Pasti ada saatnya, toh jodoh juga gak bakal kemana kan? "

" Hahaha iya Dina... " sambil tertawa Reza menatapku

" Apakah kamu sudah memaafkanku? Atas semua kesalahkanku, dan perlakuanku padamu setelah berjumpa dengan wanita itu? "

" Kalau soal itu kamu tak usah khawatir, aku orangnya tak pendendam. Kalau aku pendendam aku bakan menerormu setiap hari atas perlakuanmu. Huhh" 

" Jadi kamu maafin aku, Din? "

" Maafku banyak untuk mu, tinggal kamu ambil saja."

" Apa kau mau merajut sweater baru denganku? pasti kau tau maksudku apa din. "

" Aku gak bisa memutuskan sekarang, Za. "

" Yasudah, sudah larut malam. Aku antar kamu ya. "

" Jangan repot, aku bisa sendiri kok. "

                                                                              ***

 Dimalam itu kami bertukaran nomor hape. Setelah hari itu dia terus menanyakanku tentang ajakannya untuk menjalin hubungan denganku lagi. Tapi aku belum saja memutuskan sampai sekarang, ada rasa takut yang menghantui setelah kejadian 2tahun lalu. 

*3bulan berlalu*
 Hubungan kami semakin dekat, dan ada terlintas pikiran untuk menerima dia dihidupku lagi. Mulai menulis cerita baru, yang setiap lebarnya kami nikmati ceritanya. tampa menerka-nerka apa akhir cerita cinta ini.

*SMS*

Dina : " Reza"
Reza : " Ya Din? ada yang mau kau bilang? "
Dina : " Ini tentang ajakanmu sewatu di Halte kusam itu, apakah masih berlaku? "
Reza : " Masih Din!!, jadi apa keputusan kamu?"
Dina : " Keputusanku, aku ingin kita merajut sweater baru denganmu hahahaha "
Reza : " Aku akan selalu berusaha, agar aku gak mengecewakan kamu lagi Dina!! "
Dina : " Ku harap kau bisa mewujudkannya :) "


                                                                         ***

  Hubungan kami berjalan sampai sekarang, Dan hari ini Anniversari ke 2tahun. Sebagai peringatan, Kami pun pergi ke Halte yang dulu mempertemukan kami lagi. Singkat cerita, sesampai disana kami tidak melihat Halte kusam itu. Yang kami lihat hanya Halte berwarna merah, dengan aroma cat yang sangat menusuk. Halte itu berubah, menjadi Halte yang sangat bagus nyaman, bersih. Yang dulunya kusam, dan tidak ada orang yang mau singgah ke Halte tersebut. Tapi sekarang Halte itu punya mengunjung tetap, yang setiap harinya datang ke Halte tersebut untuk menunggu transportasi umum. 

  Juga seperti Hatiku, Dulu sebelum kedatangan Reza tempat itu seperti rumah hantu, yang banyak sarang laba-laba dan debu disetiap sudutnya. Tapi tempat itu kosong, tidak ada yang menempati. Tapi tidak sekarang. Sekarang Reza menempati lagi tempat itu. Akan ku kunci ruangan itu agar dia tidak dapat pergi lagi dariku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar