Cerpententangpendidikan
Hakcipta
Disini
saya akan menulis tentang hakcipta tetapi menyangkut dunia pendidikan.
Seharusnya kita sudah tidak asing lagi dengan yang
namanya teknologi. Di zaman yang
serba modern ini kita cepat sekali mendapatkan informasi bahkan dari 1000 informasi
yang kitadapat, sekilah kita hanya bias baca 3 dan itu saja kita bias mengeluarkan spekuliasi
yang mempertimbangkan keberaran sumber tersebut. Dan
iniseringterjadi di pendidikan di Indonesia entah itu dari sekolah dasar hingga mahasiswa
yang sedang menempuh
S1 nya. Untuk memudahkan kerja atau tugas mereka hanya memanfaatkan teknologi dengan tidak bertanggungjawab,
jawabaan orang di ambil untuk di jadikan jawabannya sendiri tanpa izin sebelumnya.
Memang cara ini sangat mudah dilakukan apalagi untuk siswa yang
malas dengan tulisan atau malas dengan membuat
argument sendiri dan copasmen jadi pilih anter akhir untuk membuat tugasnyas elesai.
Tetapi apakah
kalian tau dampak dari hal tersebut, banyak sekali dampaknya.
Yang pertama bila kita mengambil sumber yang
salah dalam artian sumber tersebut tidak menyertakan sumber yang
telah terbukti dengan penelitian maupun survey
contohnya saja
blog yang banyak menuliskan argument mereka sendiri,
itupun mereka tidak lepas dari hal alami manusia ya itu membuat kesalahan diaman para blogger (contoh) salah dalam mengartikan atau menafsirkan atau membaca arti tertentu dan bagaimana
orang yang terlanjur percaya dengan blogger tersebut otomatis ajaran yang
salahter sebutakan meluas belum lagi ketika hal yang
salah tersebut
di post di berbagai media social dan menjadikan hal tersebut tren hal ini akan berdampak parah bagi kepercaya anter hadap publik.
Budaya yang sering kita temui ini juga merugikan bagi pemiliknya,
memangadabeberapa para penulisatausumber yang membebaskan orang meng-copy
tulisaanyatetapibukanartiaanmerekamembolehkannya, tetapisiapa tau mereka tidak bisa atau tidak tau bagaimana cara memprotect tulisannya, yang
jelas juga ini akan sangat merugikan penulis yang membuat argument tersebut. Paling
tidak jika kita memang ingin mengopy dan tidak memintaizin,
sediaknya kita berkomentar tentang tulisan orang
itu bagaimana pendapat kita tentang tulisannya apakah bagus atau tidak apakah sesuai dengan fakta atau tidak.
Dengan begitu para penulis tidak akan terlalu tersinggung saat tulisannya di copy
paste.
Dan lebih parah lagi budaya ini adalah budaya yang paling rendah dan aman para
orang atau okum yang copas tidak membaca terlebih dahulu, dirasa cocok langsung sikat.
Itulah yang menyebabkan banyaknya salah kapra di Indonesia ini, kenayakan orang
menyalahkan sistem dari pendidikan Indonesia
ini tetapi jika kita melihat dari sisi positif banyak ajakan yang ingin merusak pendidikan
di Indonesia ini, terutama melalu jejaring media social dimana generasi muda jaman sekarng lebih banyak menulis
di twitter
daripada di buku catatan mereka,
mereka lebih banyak galau daripada berfikir kritis untuk Indonesia yang lebih maju, dan yang
paling parah lagi masih adanya copas di dalam media social ini, dimaanahal yang
berbaugalau atau cintaakan di copy dan di paste di berbagai media social yang
baru dan hal ini mungkin menurut argument saya akan menimbulkan satu kotruksi social
yang akan menancapkan pikiran kita bahwa anak muda jaman sekarang harus (galau,
pacaran tidak bisa move on dan lain lain) walaupun kita bisa lihat dari sisi positifnya
media social tapikontruksi social ini benar-benar berjalan dengan semestinya yang
bisa membuat generasi muda Indonesia bisa dengan mudah di bodohi karena kurangnya minat membaca, setidaknya kita hargai siapa penulisnya dengan membacanya dan tidak membajaknya(mengcopas).
Seperti tanaman yang
telah tua
dan punya akar lebat hal ini sangat sulit untuk di
cabut dari akarnya,
karena semakin cepatnya arus informasi semakin canggihnya teknologi,
dan semakin maraknya
media social akan semakin sulit untuk memberantas penyakit demikian.
Mungkin
ada beberapa cara menurut saya yang bias menjaga/menstabilkan bukan untuk menghabiskan atau mengurangi karena hal tersebut dirasa mustahil di
zaman yang serbabebasini, hal yang pertamaadalah, jangan baca satu sumber
minimal jika memang berita itu lagi naik daun bacala hdari minimal
10 sumber tetapi dengan sumber yang
berbeda bukan dari sumber yang
sama dan itu juga hanya mendukung satu belah pihak saja sedang kan pihak lain
tidak di dengarkan, jadidengarkan ke2 belahpihak. Kemudian setelah mendapat informasi kamu catat halhal yang
terpenting. Kamu boleh mengcopas jika dari 10
sumber kata kata setiap sumber yang
berbeda pihak tersebut sama tulisannya baru boleh kita ambil.
Kemudian kita perbaiki kalimat yang telah kita susun tersebut dengan artian kita membaca sekalgus menulis dengan bias mengerti mana tulisan yang
baik dan
yang benar. Kemudian jiika kalian meng-upload salah satu hasil kerya kalian
wajib kalian tulisuntuk di larang mengkopi walaupun tidak menimbulkan effek yang
bear, setidaknya kita juga bias mengingatkan
mereka.