Jumat, 15 Agustus 2014


Cerpententangpendidikan

Hakcipta

Disini saya akan menulis tentang hakcipta tetapi menyangkut dunia pendidikan. Seharusnya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teknologi. Di zaman yang serba modern ini kita cepat sekali mendapatkan informasi bahkan dari 1000 informasi yang kitadapat, sekilah kita hanya bias baca 3 dan itu saja kita bias mengeluarkan spekuliasi yang mempertimbangkan keberaran sumber tersebut. Dan iniseringterjadi di pendidikan di Indonesia entah itu dari sekolah dasar hingga mahasiswa yang sedang menempuh S1 nya. Untuk memudahkan kerja atau tugas mereka hanya memanfaatkan teknologi dengan tidak bertanggungjawab, jawabaan orang di ambil untuk di jadikan jawabannya sendiri tanpa izin sebelumnya. Memang cara ini sangat mudah dilakukan apalagi untuk siswa yang malas dengan tulisan atau malas dengan membuat argument sendiri dan copasmen jadi pilih anter akhir untuk membuat tugasnyas elesai. Tetapi apakah kalian tau dampak dari hal tersebut, banyak sekali dampaknya. Yang pertama bila kita mengambil sumber yang salah dalam artian sumber tersebut tidak menyertakan sumber yang telah terbukti dengan penelitian maupun survey contohnya saja blog yang banyak menuliskan argument mereka sendiri, itupun mereka tidak lepas dari hal alami manusia ya itu membuat kesalahan diaman para blogger (contoh) salah dalam mengartikan atau menafsirkan atau membaca arti tertentu dan bagaimana orang yang terlanjur percaya dengan blogger tersebut otomatis ajaran yang salahter sebutakan meluas belum lagi ketika hal yang salah tersebut di post di berbagai media social dan menjadikan hal tersebut tren hal  ini akan berdampak parah bagi kepercaya anter hadap publik. Budaya yang sering kita temui ini juga merugikan bagi pemiliknya, memangadabeberapa para penulisatausumber yang membebaskan orang meng-copy tulisaanyatetapibukanartiaanmerekamembolehkannya, tetapisiapa tau mereka tidak bisa atau tidak tau bagaimana cara memprotect tulisannya, yang jelas juga ini akan sangat merugikan penulis yang membuat argument tersebut. Paling tidak jika kita memang ingin mengopy dan tidak memintaizin, sediaknya kita berkomentar tentang tulisan orang itu bagaimana pendapat kita tentang tulisannya apakah bagus atau tidak apakah sesuai dengan fakta atau tidak. Dengan begitu para penulis tidak akan terlalu tersinggung saat tulisannya di copy paste.
Dan lebih parah lagi budaya ini adalah budaya yang paling rendah dan aman para orang atau okum yang copas tidak membaca terlebih dahulu, dirasa cocok langsung sikat. Itulah yang menyebabkan banyaknya salah kapra di Indonesia ini, kenayakan orang menyalahkan sistem dari pendidikan Indonesia ini tetapi jika kita melihat dari sisi positif banyak ajakan yang ingin merusak pendidikan di Indonesia ini, terutama melalu jejaring media social dimana generasi muda jaman sekarng lebih banyak menulis di twitter daripada di buku catatan mereka, mereka lebih banyak galau daripada berfikir kritis untuk Indonesia yang lebih maju, dan yang paling parah lagi masih adanya copas di dalam media social ini, dimaanahal yang berbaugalau atau cintaakan di copy dan di paste di berbagai media social yang baru dan hal ini mungkin menurut argument saya akan menimbulkan satu kotruksi social yang akan menancapkan pikiran kita bahwa anak muda jaman sekarang harus (galau, pacaran tidak bisa move on dan lain lain) walaupun kita bisa lihat dari sisi positifnya media social tapikontruksi social ini benar-benar berjalan dengan semestinya yang bisa membuat generasi muda Indonesia bisa dengan mudah di bodohi karena kurangnya minat membaca, setidaknya kita hargai siapa penulisnya dengan membacanya dan tidak membajaknya(mengcopas).
Seperti tanaman yang telah tua dan punya akar lebat hal ini sangat sulit untuk di cabut dari akarnya, karena semakin cepatnya arus informasi semakin canggihnya teknologi, dan semakin maraknya media social akan semakin sulit untuk memberantas penyakit demikian.
Mungkin ada beberapa cara menurut saya yang bias menjaga/menstabilkan bukan untuk menghabiskan atau mengurangi karena hal tersebut dirasa mustahil di zaman yang serbabebasini, hal yang pertamaadalah, jangan baca satu sumber minimal jika memang berita itu lagi naik daun bacala hdari minimal 10 sumber tetapi dengan sumber yang berbeda bukan dari sumber yang sama dan itu juga hanya mendukung satu belah pihak saja sedang kan pihak lain tidak di dengarkan, jadidengarkan ke2 belahpihak. Kemudian setelah mendapat informasi kamu catat halhal yang terpenting. Kamu boleh mengcopas jika dari 10 sumber kata kata setiap sumber yang berbeda pihak tersebut sama tulisannya baru boleh kita ambil. Kemudian kita perbaiki kalimat yang telah kita susun tersebut dengan artian kita membaca sekalgus menulis dengan bias mengerti mana tulisan yang baik dan yang benar. Kemudian jiika kalian meng-upload salah satu hasil kerya kalian wajib kalian tulisuntuk di larang mengkopi walaupun tidak menimbulkan effek yang bear, setidaknya kita juga bias mengingatkan mereka.