Jumat, 17 Agustus 2012

Memilih Kehidupan Baru

  Keputusan orang tua Isma untuk pindah ke Pekanbaru telah postif. Hal yang selama ini gak pernah ku bayangkan untuk pisah dengan Isma kini datang. Aku gak bisa bayangkan gimana nanti kalau Isma ikut rang tuanya ke Pekanbaru. Walau satu pulau tapi beda Provinsi. hanya doa yang bisa ku ajukan untuk ini, karna hal seperti ini bukan hak ku untuk mencampurinya.

*siang setelah bangun sehabis tidur setelah sahur*

  Hape ku terus berkedip, dan ternyata itu sms dari Isma. yang isinya menyuruhku untuk membuka twitter karna ada hal penting yang harus diberi tahukan kepadaku. Lalu aku segera mengambil laptop dan menghidupkannya. Setelah laptop menyala dengan terburu-buru ku buka twitter. Dan ditwitter terdapat DM dari Isma yang berisikan tentang perpindahan tugas kerja papa-nya ke pekanbaru. Sebelumnya Isma telah bercerita tentang hal ini denganku, tapi kami tidak terlalu menganggap serius karna tugas pindah papanya belum pasti (positif).

"Luk, tadi pagi aku dapat kabar kalo besok kami bakal pindah ke pekan baru :("

  Tampa sengaja air mata netes dengan sendirinya, perasaan tidak percaya, sedih, semuanya campur aduk. harusnya aku gak boleh nangis karna saat itu aku sedang puasa, tapi gak bisa. Orang yang selama #tahun lebih dekat denganku dan seperti saudara sendiri bakalan pindah ke Pekanbaru. Yang akunya sendiri belum pernah ke kota itu.

                                                                   ***

  Seperti orang yang sedang patah hati, bawaan lemes dan kepikiran terus sama rencana pindah itu. Memutar otak gimana caranya Isma bisa tetap disini walau kedua orang tuanya disana. Tapi semua gak cukup kuat-_-. Dan akhirnya aku pasrah. Kalau pun mereka satu keluarga pindah, kami akan tetap berkomunikasi. Yaaa... biarpun itu hanya skype-an, twitter, ataupun YM.

"Pindahan itu gak bisa di perkirakan, seperti kita harus pindah ke lain hati. bukan karna kita memiliki hati yang lebih nyaman, melainkan kita harus pindah karna tuntutan suatu hal . Memang berat, tapi harus tetap dijalani walaupun kita udah nyaman dengan yang lama."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar