"Jadi luk, kau udah berapa bulan ngejomblo?" Kata bella saudaraku yang umurnya dibawahku 2tahunan yang profesional dalam hal pacaran. Katanya sih.
"Nggg... Kira-kira setahun-an lah"
"Udah akut tuh luk kejombloan mu"
Ebuset, 'akut' sebegitunya? Sok tau banget nih anak setan!
"Aku bukannya sok tau loh, luk" dia ngomong lagi.
Mampus. Kenapa dia denger kata hati gue.
***
Bela adalah saudaraku yang asal jumpa hobinya ngomongin tentang pacaran, pacaran, cowok dan pacaran. Sedangkan aku, yang biasa aku ngomongin tentang pelajaran, gimana caranya untuk tinggi, gimana cara mancungin hidung dan pelajaran. Iya emang hidupku abstrak.
Hidup semua orang memang berbeda. Ada yang hidup untuk cinta, ada yang hidup untuk makan, ada juga hidup untuk mati (kalimat ini sangat tidak bermutu).Saudaraku hidup dengan pacarnya(hah?). Sedangkan aku hidup dengan kejombloan yang sangat melekat di tubuh. Ini sangat berbeda. Dan ini sangat nista.
Karna keseringannya, dia (bela) selalu ngomongin tentang pacar barunya yang sekali pasang(iya sepertinya gitu) sampe tiga ataupin lima. Dengan jangka waktu yang singkat dia pun dengan mudahnya move on. Ini sangat menajubkan. Super sekali.
Ntah apa maksudnya bercerita seperti ini samaku, apa karna berbagi pengalaman, atau karna mau pamer. Kampret.
Sedangkan aku untuk melupakan seseorang harus nunggu niscaya dan cahaya putih datang ataupun harus ngejedotin kepala (ke bantal) sampai amnesia. Ya cuman ini caranya.
Kalau aja kenangan bisa disimpan dalam laci, tak perlu dibawa kemana mana. Dan jika kita kangen kita bisa membuka laci itu. Pasti perasaan akan lebih ringan (trus aku terbang tertiup angin).
Aku termasuk orang yang gampang lupa. Tapi tidak dalam hal ini. Kenangan mantan.. ohhh yeaaahhh...
Aku juga gatau kenapa. Aku juga gatau kenapa dia lebih milih ninggalin hubungan kami yang udah berumur setahun. Aku juga gak tau bagaimana cara dia mematikan perasaan itu untukku. Semua ini sangat misterius. Kalo aja dia mau mengajakku untuk move on. Ohh mantannn kau begitu bajingan... HAHAHHAHA
Mamang cinta itu semacam penyakit ganas. Yang menyerang kesegala tubuh. Gak dikepala, gak di hati, gak dimata kaki, semuanya ada nama dia(nyambung gak sih?).
***
" Eh Luk... " bela lari menghampiriku setelah keluar dari mobil.
" Yaaaa ada apa Bel? " Dengan muka curiga aku menjawab. Aku yakin pasti dia bakalan ngomong tentang pacaran lagi.
" Mau aku jodohin gak? " Katanya
Sambil ketawa kecil aku menjawab " Ha? jodohin? jodohin sama kera? "
" Ya sama cowok lah!! : dia pun sewot gak jelas. Aku jadi bingung. Aku yang ditawarin tapi kenapa semangat dia yang menggebu-gebu.
" Oh, gak tertarik tuh... " jawabanku yang sangat simpel.
" ASTAFIRULLAH ALAZIMMMM!!!! Luk kau udah gak suka lagi sama cowok? " Dianya malah panik.
Mungkin perkataan ku tadi membuat Bela berfikir kalau aku adalah jomblo frustasi yang berubah menjadi lesbi (amit-amit dah amit-amit *getokmeja3kali*)
" Bu-bukann gitu Bel bukan gitu. Maksudku, aku gak tertarik untuk dijodohkan. Emang jaman Siti Nurbaya" Aku pun nyoba untuk jelasin bahwa aku emang bukan jomblo frustasi yang berubah menjadi lesbi.
Eh, dia malah diem. Matanya kosong. Mungkin penyakitnya lagi kumat.
***
Aku milih untuk tidak menuruti tawaran Bela karena (jangan pikir karna aku gak suka engan cowok lagi!) udah terbiasa aja dengan setatus ini. Udah terbiasa megang hape yang gak getar-getar dan kedip-kedip terus. Udah terbiasa dengan pulsa yang awet (gak habis-habis). Udah terbiasa dapet BM yang ternyata hanya broadcast. Udah biasa gak laporan 1x24 jam. Udah terbiasa gak di ingetin untuk makan (padahal emang niat diet. hihhh). Udah terbiasa jalani semuanya dengan sendiri. Miris memang. Tapi asik.
Sangking lamanya ngejomblo. Sekarang aku jadi lupa gimana caranya basa-basi(karna emang gak suka yang basi). Lupa gimana caranya bohong saat ditanya udah makan, udah minum, lagi dimana, udah mandi, udah gosok gigi, udah bangun(ini sangat berlebihan). Tapi emang ginilah orang pacaran. Tampa kalian tau, selama kalian pacaran itu udah banyak berdosa karna bohong. (soktaunya kumat atau jomblo-sirik).
***
" Luk, udah ngejomblo lama kan, Udah move on gak sih? " Kata bela dengan tampang mintak-ditabok-pakeselop.
JEGERRRRR!!! Petir pun menyambar. Pertanyaan ini mungkin lebih seram dan horor daripada pertanyaan nunkar dan nankir.
TUHAN AMBIL AKUUU!!!!
Mampus, mau jawab apa ini?!!
" Next question... " Aku cuma bisa jawab itu, dan berharap pertanyaan selanjutnya gak bakalan buat aku mati dalam keadaan jomblo akut ini.
Dia malah tersenyum lebar. Sepertinya dia bahagia telah berhasil menzolimin ku.
Kampret. Aku di bulli sama bocah yang baru pandai pacaran (sok profesional).
" Aku yakin kau belum move on " dengan senyum penuh ke-jahanam-an dan ke brutalan dia ngomong lagi.
DUAAAARRRRR!!!!
Sebenernya dia siapa? Aku curiga kalau dia itu sebenernya rengkarnasi dari Mama Lauren. Hmmm...
"Iya deh, puas!!"
Dia pun tersenyum lagi. Sekarang senyumnya lebih lebar dari pantatnya.
***
Move on? Move on itu gak se-simpel tulisannya. Bukan berarti kita gak bisa move on dari pacar terakhir. Bisa aja dari pacar pertama, atau kedua, ataupun selingkuhan...
Aku pernah baca bukunya Raditya Dika. Yang di BAB "Dibalik Jendela". Disitu Radith ada nulis
Gak adil memang. Tapi ginilah hidup. Kadang gak pernah menang, kadang selalu kalah.
Semoga dengan perkataan Raditya Dika di bukunya itu, membuat aku tidak mengulang lagu yang ku dengarkan untuk kesekian kalinya. :)
"Nggg... Kira-kira setahun-an lah"
"Udah akut tuh luk kejombloan mu"
Ebuset, 'akut' sebegitunya? Sok tau banget nih anak setan!
"Aku bukannya sok tau loh, luk" dia ngomong lagi.
Mampus. Kenapa dia denger kata hati gue.
***
Bela adalah saudaraku yang asal jumpa hobinya ngomongin tentang pacaran, pacaran, cowok dan pacaran. Sedangkan aku, yang biasa aku ngomongin tentang pelajaran, gimana caranya untuk tinggi, gimana cara mancungin hidung dan pelajaran. Iya emang hidupku abstrak.
Hidup semua orang memang berbeda. Ada yang hidup untuk cinta, ada yang hidup untuk makan, ada juga hidup untuk mati (kalimat ini sangat tidak bermutu).Saudaraku hidup dengan pacarnya(hah?). Sedangkan aku hidup dengan kejombloan yang sangat melekat di tubuh. Ini sangat berbeda. Dan ini sangat nista.
Karna keseringannya, dia (bela) selalu ngomongin tentang pacar barunya yang sekali pasang(iya sepertinya gitu) sampe tiga ataupin lima. Dengan jangka waktu yang singkat dia pun dengan mudahnya move on. Ini sangat menajubkan. Super sekali.
Ntah apa maksudnya bercerita seperti ini samaku, apa karna berbagi pengalaman, atau karna mau pamer. Kampret.
Sedangkan aku untuk melupakan seseorang harus nunggu niscaya dan cahaya putih datang ataupun harus ngejedotin kepala (ke bantal) sampai amnesia. Ya cuman ini caranya.
Kalau aja kenangan bisa disimpan dalam laci, tak perlu dibawa kemana mana. Dan jika kita kangen kita bisa membuka laci itu. Pasti perasaan akan lebih ringan (trus aku terbang tertiup angin).
Aku termasuk orang yang gampang lupa. Tapi tidak dalam hal ini. Kenangan mantan.. ohhh yeaaahhh...
Aku juga gatau kenapa. Aku juga gatau kenapa dia lebih milih ninggalin hubungan kami yang udah berumur setahun. Aku juga gak tau bagaimana cara dia mematikan perasaan itu untukku. Semua ini sangat misterius. Kalo aja dia mau mengajakku untuk move on. Ohh mantannn kau begitu bajingan... HAHAHHAHA
Mamang cinta itu semacam penyakit ganas. Yang menyerang kesegala tubuh. Gak dikepala, gak di hati, gak dimata kaki, semuanya ada nama dia(nyambung gak sih?).
***
" Eh Luk... " bela lari menghampiriku setelah keluar dari mobil.
" Yaaaa ada apa Bel? " Dengan muka curiga aku menjawab. Aku yakin pasti dia bakalan ngomong tentang pacaran lagi.
" Mau aku jodohin gak? " Katanya
Sambil ketawa kecil aku menjawab " Ha? jodohin? jodohin sama kera? "
" Ya sama cowok lah!! : dia pun sewot gak jelas. Aku jadi bingung. Aku yang ditawarin tapi kenapa semangat dia yang menggebu-gebu.
" Oh, gak tertarik tuh... " jawabanku yang sangat simpel.
" ASTAFIRULLAH ALAZIMMMM!!!! Luk kau udah gak suka lagi sama cowok? " Dianya malah panik.
Mungkin perkataan ku tadi membuat Bela berfikir kalau aku adalah jomblo frustasi yang berubah menjadi lesbi (amit-amit dah amit-amit *getokmeja3kali*)
" Bu-bukann gitu Bel bukan gitu. Maksudku, aku gak tertarik untuk dijodohkan. Emang jaman Siti Nurbaya" Aku pun nyoba untuk jelasin bahwa aku emang bukan jomblo frustasi yang berubah menjadi lesbi.
Eh, dia malah diem. Matanya kosong. Mungkin penyakitnya lagi kumat.
***
Aku milih untuk tidak menuruti tawaran Bela karena (jangan pikir karna aku gak suka engan cowok lagi!) udah terbiasa aja dengan setatus ini. Udah terbiasa megang hape yang gak getar-getar dan kedip-kedip terus. Udah terbiasa dengan pulsa yang awet (gak habis-habis). Udah terbiasa dapet BM yang ternyata hanya broadcast. Udah biasa gak laporan 1x24 jam. Udah terbiasa gak di ingetin untuk makan (padahal emang niat diet. hihhh). Udah terbiasa jalani semuanya dengan sendiri. Miris memang. Tapi asik.
Sangking lamanya ngejomblo. Sekarang aku jadi lupa gimana caranya basa-basi(karna emang gak suka yang basi). Lupa gimana caranya bohong saat ditanya udah makan, udah minum, lagi dimana, udah mandi, udah gosok gigi, udah bangun(ini sangat berlebihan). Tapi emang ginilah orang pacaran. Tampa kalian tau, selama kalian pacaran itu udah banyak berdosa karna bohong. (soktaunya kumat atau jomblo-sirik).
***
" Luk, udah ngejomblo lama kan, Udah move on gak sih? " Kata bela dengan tampang mintak-ditabok-pakeselop.
JEGERRRRR!!! Petir pun menyambar. Pertanyaan ini mungkin lebih seram dan horor daripada pertanyaan nunkar dan nankir.
TUHAN AMBIL AKUUU!!!!
Mampus, mau jawab apa ini?!!
" Next question... " Aku cuma bisa jawab itu, dan berharap pertanyaan selanjutnya gak bakalan buat aku mati dalam keadaan jomblo akut ini.
Dia malah tersenyum lebar. Sepertinya dia bahagia telah berhasil menzolimin ku.
Kampret. Aku di bulli sama bocah yang baru pandai pacaran (sok profesional).
" Aku yakin kau belum move on " dengan senyum penuh ke-jahanam-an dan ke brutalan dia ngomong lagi.
DUAAAARRRRR!!!!
Sebenernya dia siapa? Aku curiga kalau dia itu sebenernya rengkarnasi dari Mama Lauren. Hmmm...
"Iya deh, puas!!"
Dia pun tersenyum lagi. Sekarang senyumnya lebih lebar dari pantatnya.
***
Move on? Move on itu gak se-simpel tulisannya. Bukan berarti kita gak bisa move on dari pacar terakhir. Bisa aja dari pacar pertama, atau kedua, ataupun selingkuhan...
Aku pernah baca bukunya Raditya Dika. Yang di BAB "Dibalik Jendela". Disitu Radith ada nulis
"Semoga dengan berakhirnya lagu yang kudengarkan ini, aku bisa melupakanmu"Perkataan itu membuat aku berpikir keras. Mungkin disini kekuranganku. Aku selalu mengulang lagu yang sedang ku dengar sampai puluhan kali. Dan itu membuat lagu itu tidak ada habisnya. Bahkan sampai aku tertidur tetap lagu pertama yang ku dengar.Mungkin ini makanya aku susah untuk melupakan segalanya. tentang dia. Dia yang dulu nimbrung dalam hidupku. Lalu pergi seenaknya. Tampa ngajak move on.
Gak adil memang. Tapi ginilah hidup. Kadang gak pernah menang, kadang selalu kalah.
Semoga dengan perkataan Raditya Dika di bukunya itu, membuat aku tidak mengulang lagu yang ku dengarkan untuk kesekian kalinya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar