Sabtu, 31 Desember 2011

....

Air mata bececeran dipipiku
Berlayarlah dikepalaku. Susuri lautan ingatan yang tak surut ditelan waktu.

Percayalah, topeng senyum ini bukan punyaku. Karena yang kumiliki masi ditanganmu.

Kanvas terbesarku itu dilangit. Mudah. Hanya menengadah. Aku melukismu dari segala arah

Kalau bintang enggan jauh.Aku akan menerbangkan balon saja. Meniupkan harapan disitu. Melepaskannya di awan. Entah akan pecah dimana, semoga saja ada yang mendengarnya.

Ajari aku TERBANG dan kembali BERWARNA.

Aku kumpulan berjuta kunang-kunang. Kukirim ketempatmu. Agar terang jalanmu menujuku.

Pelangiku meluruh menjadi hujan. Aku kuyup dengan warna denganmu yang berpayung senja bermasa-masa.

"Matahari & Bulan" sepasang kekasih dalam satu tempat yang tak sewaktu.

......menunggu pesan cinta yang kau titipkan, pada alam semesta.

Layang-layangku, jatuhlah di tanah yang kau tuju....

Serigala berbulu kapas, kejar aku, terkam aku. Aku luka rasanya luka. dan aku pun bisa mati karnanya. Sama saja bukan? Mati terluka atau mati karna lupa.

Aku masi ditempat yang sama. Mengawasimu di relung cakrawala. Benamkan hatimu bersama senja. Temani aku disana. 

Aku bukannya menunggu. Aku hanya mengabiskan dulu lembaran-lembaran usangku sebelum mengisi lembaran baru denganmu.

Malam masi terlalu pagi. Jangan tiup aku terlalu dini. Aku masih ingin melihat bayangmu dalam cahaya yang ku buat sendiri. Biarlah kunikmati.

Seruas memori dan kenangan bertempel pada tiap halaman. Bayanganmu ada ditiap lembar. Kusimpan dilaci, suatu waktu akan ku buka lagi.

Aku kumpulan puntung kebahagiaanmu. Kutangkup dalam waktu. Kusimpan agar tak terhempas angin lalu.


Aku rasa kendaraan paling cepat untuk meninggalkan msa lalu itu, ayunan jemari dalam genggaman baru.

Aku akan membuat jutaan burung kertas, jika dia bisa membuat doaku terbang dan kemudian menjemputmu.

Aku hanya tidak ingin menjadi buku kumpulan cerita yang terlupa. Tersimpan disatu sudut. Terayap waktu. Berdebu dan. Membisu.

Hidup itu seperti roda, terkadang kamu akan tahu bagaimana indahnya pemandangan langit dan sebuah puncak dari tanah.

Perpisahan yang paling indah untuk dikenakan dijemariku itu bukan cincin. Tapi genggamanmu.

Bunga matahari selalu mengikuti cahaya. tapi liahat ada satu yang sedang  melihatmu sekarang.

Aku kupu-kupu. Terbang dengan pelangi disayapku. Aku mati. Saat kau sentuh aku. Dengan tangan besimu

Karna aku denyut cinta dan engkau lah nafasnya.





SELESAI

Tidk ada titik, koma atau garis.

Hanya segaris senyum tipis.

Atau isak tangis.





@lulululek






Tidak ada komentar:

Posting Komentar